BzQbqi7srrl67Hfvhy9V9FxE68wSdBLJV1Yd4xhl

Pengikut

Pengertian Depresi

Pengertian Depresi
Depresi adalah suatu penyakit jiwa dengan gejala utama sedih yang disertai gejala-gejala psikologik lainnya, gangguan somatic maupun gangguan psikomotor dalam kurun waktu tertentu dan digolongkan ke dalam gangguan afektif. Depresi dalam penggunaan istilah sehari-hari biasanya dikaitkan dengan perasaan sedih, murung, putus asa, merana dan tidak bahagia. 

Depresi dapat juga berupa sekumpulan gejala atau sindroma (disertai perubahan kognitif, psikomotor dan vegetatif) atau merupakan kesatuan penyakit (dengan gambaran klinis yang khas, dasar riwayatnya dan hubungan dengan keadaan biologisnya) (Ardhana dalam Soetjiningsih, 2007).

Depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi di tengah masyarakat. Berawal dari stres yang tidak diatasi, maka seseorang dapat jatuh ke fase depresi. Menurut Rathus (Lubis, 2009), orang yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasi, fungsional, dan gerakan tingkah laku serta kognisi. 

Depresi adalah suatu gangguan perasaan hati (afek) yang ditandai dengan afek distorik atau kehilangan minat atau kegembiraan dalam aktivitas sehari-hari disertai dengan temuan-temuan lain seperti gangguan tidur dan perubahan selera makan (Mengel & Schwiebert, 2001).

Depresi terkait dengan situasi yang meliputi diantaranya perasaan sedih, murung, putus asa, tidak percaya diri, dan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. Seseorang yang mengalami depresi akan cenderung meninterprestasikan pemikiran negatif dari apa yang terjadi dalam keadaan kondisi yang tertekan pada saat seseorang mengalami depresi. 

Menurut Beck (Nevid, 2005) seseorang yang mengalami depresi perasaan dan perilakunya diakibatkan oleh persepsi negatif mereka dan verbalisme mereka. Penelusuran literatur yang dilakukan oleh Beck menentukan konsistensi yang menarik perhatian mengenai depresi, seperti adanya penurunan mood, kesedihan, pesimisme tentang masa depan, retardasi dan agitasi, sulit berkonsentrasi, menyalahkan diri sendiri, lamban dalam berpikir serta serangkaian tanda vegetatif seperti gangguan dalam nafsu makan maupun gangguan dalam hal tidur.

Depresi merupakan perasaan murung, kehilangan gairah untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukannya dan tidak dapat mengekspresikan kegembiraan. Biasanya terjadi pada awal sampai pertengahan usia dewasa. Dapat terjadi sekali, dapat terjadi sering kali, dapat sebentar, dapat selama hidup, dapat bertahap, dan dapat mendadak berat (Sarwono, 2010).

Menurut kriteria DSM-IV-TR (2000), depresi berat adalah suasana perasaan ekstrem dan berlangsung paling tidak dua minggu, meliputi gejala-gejala kognitif (seperti perasaan tidak berharga dan tidak pasti) dan fungsi fisik yang terganggu (seperti perubahan pola tidur, perubahan nafsu makan dan berat badan yang signifikan, atau kehilangan banyak energi) sampai titik dimana aktivitas atau gerakan yang paling ringan sekalipun membutuhkan usaha yang luar biasa besar.

Depresi adalah gangguan mood di mana seseorang merasa tidak bahagia, tidak bersemangat, memandang rendah diri sendiri, dan merasa sangat bosan. Individu merasa selalu tidak enak badan, gampang kehilangan stamina, selera makan yang buruk, tidak bersemangat, dan tidak memiliki motivasi (Santrock, 2007). 

Di dalam skala klinis dan validitas pada Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI-2), menyatakan depresi merupakan penolakan terhadap kebahagiaan dan perasaan berharga, keterlambatan psikomotor dan penarikan diri, kehilangan minat terhadap lingkungan sekitar, keluhan somatis, khawatir atau tegang, penolakan terhadap kemarahan, kesulitan mengendalikan proses berpikir (Halgin & Whitbourne, 2010).

Berdasarkan uraian yang dipaparkan sebelumnya maka disimpulkan bahwa depresi yang merupakan gangguan suasana hati ditandai dengan kehilangan minat atau tidak percaya diri dalam menjalani aktifitas sehari-hari yang disertai perasaan sedih, putus asa, menyalahkan diri sendiri, menyendiri, dan memandang rendah diri sendiri, serta melihat lingkungan secara negatif.

Demikian penjelasan singkat mengenai Pengertian Depresi yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan sehubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan pesan atau komentar di akhir postingan. Terima kasih.

Baca Juga:
Erisamdy Prayatna
Blogger | Advocate | Legal Consultant
Father of Muh Al Ghifari Ariqin Pradi

Baca Juga:

Posting Komentar