BzQbqi7srrl67Hfvhy9V9FxE68wSdBLJV1Yd4xhl

Pengikut

Jenis-Jenis Senjata Api

Jenis-Jenis Senjata Api
Dalam kamus umum bahasa Indonesia disebutkan bahwa senjata api adalah senjata yang menggunakan mesiu (senapan, pistol dan sebagainya). Sedangkan dalam Buku Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Non Organik TNI/ Polri diterangkan bahwa senjata api adalah senjata yang mampu melepaskan keluar satu atau sejumlah proyektil dengan bantuan bahan peledak. 

Jika dijabarkan kembali dalam pengertian yang lebih kompleks bahwa senjata api adalah suatu alat yang terbuat dari logam atau fiber digunakan untuk melontarkan peluru atau proyektil melalui laras ke arah sasaran yang dikehendaki sebagai akibat dari hasil ledakan amunisi. Dari pengertian tersebut maka terdapat beberapa unsur yang dikatakan senjata api yaitu meliputi: 
  1. Dengan jenis tertentu seperti adanya laras sebagai alur larinya peluru;
  2. Terdapatnya proyektil yang juga disebut dengan istilah peluru; dan
  3. Digunakannya bahan peledak sebagai pelontar proyektil.
Dengan demikian, senjata yang memiliki tekanan udara, senjata tekanan pegas dan senjata tiruan serta bagian-bagiannya yang nyata-nyata dipergunakannya untuk permainan anak-anak adalah bukan jenis senjata api. 

Meskipun pada dasarnya memiliki kemiripan yang sama dengan senjata api tetapi fungsi dan tata kerjanya memiliki perbedaan dan bahkan kini seiring perkembangan teknologi yang sangat maju, senjata tiruan atau replika dengan kemiripan yang sama persis dengan aslinya yang diperuntukkan sebagai mainan tersebut dengan nama airsoft gun banyak sekali dijumpai keberadaannya di tengah-tengah masyarakat khususnya pecinta olahraga ekstrim ini. Adapun Termasuk ke dalam jenis-jenis senjata api adalah sebagai berikut:  
  • Pistol;
  • Revolver;
  • Derringer;
  • Rifle;
  • Shotgun;
  • Artileri;
  • Meriam; dan
  • Karabin.
Senjata Api
Masih terdapat perbedaan antara kategori senjata kecil dan kualifikasi senjata ringan antara satu dokumen dengan dokumen lainnya hingga akhirnya pada tanggal 8 Desember 2005, Majelis Umum PBB mengadopsi Instrumen Internasional untuk Identifikasi dan Penelusuran Senjata Api Ilegal, yang memuat definisi universal mengenai senjata kecil dan ringan.

Pistol 
Pistol adalah senjata genggam yang dioperasikan dan ditembakkan dengan menggunakan tangan saja, berbeda dari senjata laras panjang yang memerlukan topangan bahu sang penembak. Pistol adalah senjata jarak pendek yang dirancang untuk melumpuhkan sasaran pada jarak sekitar 25-30 meter dengan tingkat akurasi yang rendah di luar kisaran tersebut. 

Kata pistol mulai digunakan untuk mendeskripsikan senjata api genggam pada abad ke-18. Pada abad ke-15 pistol berarti sebuah pisau kecil yang bisa disembunyikan di dalam pakaian. Pistol atau senjata api genggam dibagi menjadi dua jenis utama yaitu Revolver yang menggunakan kamar peluru yang berputar dan pistol biasa yang kamar pelurunya menyatu dengan laras. Pistol menggunakan kaliber peluru yang bervariasi dari 22 sampai 50 cal.

Revolver
Revolver adalah sejenis senjata api dimana peluru dimasukkan ke tabung berputar. Revolver merupakan senjata genggam yang dioperasikan dan ditembakkan dengan menggunakan tangan saja, berbeda dari senjata laras panjang yang memerlukan topangan bahu sang penembak. 

Revolver adalah senjata jarak pendek yang dirancang untuk melumpuhkan sasaran pada jarak sekitar 25-30 meter dengan tingkat akurasi yang rendah di luar kisaran tersebut. Pada revolver berkaliber 44 berisi 5-7 peluru. Adapun revolver berkaliber 22 berisi 8-10 peluru. Cara pengisian revolver dibagi menjadi 2 menurut design dan bentuknya yaitu: 
  1. Revolver yang pertama adalah pengisian satu per satu seperti revolver jenis lama yaitu colt peacekeeper; dan 
  2. Revolver yang kedua adalah langsung ketika silinder pengangkut peluru keluar.
Derringer
Derringer adalah senjata api pistol yang sangat kecil, berlaras satu atau dua yang mana pengisian peluru langsung dibelakang larasnya. Karena ukurannya yang sangat kecil, biasanya senjata ini disembunyikan untuk senjata cadangan atau pelengkap.

Rifle
Rifle adalah jenis senjata api yang biasanya mempunyai panjang laras lebih dari 18 inci. Terdapat pegangan ke arah dada atau bahu yang disebut stock. Stock difungsikan sebagai penahan dari hentakan yang terjadi ketika menembak sehingga akurasi tetap terjaga.

Shotgun
Shotgun adalah senjata api yang biasanya dirancang untuk ditembakkan dari bahu yang menggunakan energi dari sebuah selongsong (shell) berbentuk silinder dan menembakkan sejumlah gentel bulat kecil atau gotri (bola timah kecil) atau sebuah proyektil gotri padat (yang dalam bahasa Inggris disebut shot).

Senapan patah dapat ditemukan dalam berbagai ukuran mulai dari diameter lubang laras 5,5 mm (0,22 inci) hingga 5 cm (2 inci) dan dalam berbagai mekanisme operasional senjata api termasuk breechloading (pengisian peluru secara sungsang atau dari belakang), laras tunggal, laras ganda atau senjata kombinasi, aksi pompa, aksi baut, aksi tuas, semi-otomatis bahkan varian otomatis penuh. Shotgun umumnya merupakan senjata api smoothbore (lubang laras halus) yang berarti bahwa bagian dalam laras tidak mengalami proses rifling (pengaluran spiral di dalam lubang laras).

Artileri
Pada awalnya, istilah artileri (bahasa Prancis: artillerie) digunakan untuk menyebut alat berat apapun yang menembakkan proyektil di medan perang. Istilah ini juga dipakai untuk mendeskripsikan tentara yang tugasnya menjalankan alat-alat tersebut. Dengan ditemukannya kendaraan terbang pada awal abad ke-20, artileri mulai digunakan juga untuk menyebut senjata darat anti-udara. Artileri adalah bentuk tanah persenjataan darat paling mematikan dan paling efektif.

Meriam
Meriam atau kanon adalah sejenis artileri, yang umumnya berukuran besar dan berbentuk tabung yang menggunakan bubuk mesiu atau bahan pendorong lainnya untuk menembakkan proyektil. Meriam memiliki bermacam-macam ukuran kaliber, jangkauan, sudut tembak, dan daya tembak. Lebih dari satu jenis meriam umumnya digunakan dalam medan pertempuran.

Karabin
Karabin (bahasa Belanda: karabijn, bahasa Inggris: carbine) adalah senjata api yang daya tembaknya tidak sebesar senapan laras panjang karena ukurannya lebih pendek. Banyak karabin dikembangkan dari senapan laras panjang. Meski menembakkan amunisi yang sama, kecepatan proyektilnya lebih rendah. Ada juga beberapa negara yang mengadopsi senapan laras panjang dan karabin yang secara teknis tidak berhubungan, misalnya amunisi yang digunakan berbeda atau sistem operasi internalnya berbeda (namun karabin tetap berukuran lebih kecil dan daya tembaknya lebih lemah).

Dalam mengenal senjata api ada beberapa istilah yang berhubungan dengan pemakaian senjata api sendiri seperti: 
  1. Amunisi
    Amunisi adalah suatu benda yang mempunyai bentuk dan sifat balistik tertentu yang dapat diisi dengan bahan peledak atau mesiu dan dapat ditembakkan atau dilontarkan dengan senjata maupun dengan alat lain dengan maksud ditujukan kepada suatu sasaran tertentu untuk merusak atau membinasakan.
  2. Peluru
    Peluru adalah proyektil padat yang ditembakkan dari senjata api atau senapan angin, yang terbuat dari logam, umumnya dari timbal. Sebuah proyektil peluru merusak target dengan cara menembusnya dengan energi kinetik yang dihasilkan oleh kecepatannya yang sangat tinggi. Dalam konteks modern, sebuah proyektil peluru bersama dengan selongsong, bubuk mesiu, rim dan primer merupakan bagian dari amunisi. Cara kerja saat ditembakkan adalah dengan mendorong proyektil peluru dengan energi kinetik yang dihasilkan ledakan propelan, yang biasanya adalah bubuk mesiu. Bahan peledak ini dinyalakan oleh detonator kecil yang disebut primer
  3. Barrel
    Barrel atau laras ada 2 (dua) macam, yaitu: 
    • Laras beralur (spinbore); dan
    • Laras licin (smoothbore) .
  4. Kaliber
    Kaliber secara umum menyatakan ukuran peluru yang dipakai pada senjata api. Kaliber dilihat dari diameter atau garis tengah peluru atau dari diameter isi lorong laras. Kaliber dapat dinyatakan dalam inci maupun dalam milimeter. Biasanya penyebutan dalam inci digunakan untuk produk komersial dan penyebutan dalam milimeter untuk produk militer. Dalam inci, kaliber disebut dalam desimal dan bisa ditambahkan satuan kaliber "cal". Jadi untuk peluru dengan diameter 0,45 inci biasa disebut .45 cal (kaliber empat-lima). Dalam milimeter kaliber tidak diberi satuan cal, untuk peluru 5,56 milimeter disebut 5.56 mm.
Demikian penjelasan singkat mengenai Jenis-Jenis Senjata Api yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan sehubungan dengan artikel ini, silahkan kirimkan pesan atau tinggalkan komentar di akhir postingan. Kritik dan sarannya sangat diperlukan untuk membantu kami menjadi lebih baik kedepannya dalam menerbitkan artikel. Terima kasih
Baca Juga:
Erisamdy Prayatna
Blogger | Advocate | Legal Consultant
Father of Muh Al Ghifari Ariqin Pradi

Baca Juga:

1 komentar

  1. Pengetahuan dasari dari senjata api ini sangat berguna ketika dihadapkan pada kasus tindak pidana. Dengan informasi yang diberikan dari setiap senjata, maka bisa diprediksi senjata apa yang digunakan sebagai alat tindak kejahatan.

    BalasHapus
Komentar Anda Membantu Kami Menjadi Lebih Baik. Terima Kasih