BzQbqi7srrl67Hfvhy9V9FxE68wSdBLJV1Yd4xhl

Pengikut

Sumber-Sumber Hukum Pidana Islam

Sumber-Sumber Hukum Pidana Islam
Tertib sumber-sumber hukum pidana Islam yang merupakan bagian dari syariat Islam yang pokok yaitu al-quran, sunnah (hadits) dan yang bersumber dari akal pikiran para ahli yakni ijma dan qiyas. Berikut penjelasan secara ringkas sumber hukum pidana Islam sebagaimana di bawah ini:

Al-Quran
Al-Quran yaitu kumpulan firman-firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi pedoman hidup bagi umat manusia sejak zaman kerasulan Nabi hingga akhir zaman nanti. Kata Al-Quran berasal dari bahasa Arab yang bermakna bacaan. Ayat dalam al-quran yang secara khusus berbicara tentang hukum (ayat-ayat ahkam) ada sekitar 350 (tiga ratus lima puluh) ayat yang merupakan sumber hukum pokok dan sumber dari segala sumber hukum. 

Teks (nash) dalam Al-Quran pasti datangnya dari Allah SWT yang sudut penunjukkannya terhadap hukum mempunyai 2 (dua) bentuk (Ahmad Wardi Muslich, 2006: 35-37), yakni sebagai berikut: 
  1. Qathi'iy al-dalalah yaitu penunjukkannya pasti karena hanya mempunyai satu pengertian; dan
  2. Dhanniy al-dalalah yaitu penunjukkannya terhadap hukum hanya berdasarkan dugaan kuat karena mempunyai dua arti atau lebih sehingga sering terjadi perselisihan di kalangan ulama.
Sunnah (Hadits)
Sunnah (hadits) adalah perkataan, perbuatan, maupun pengakuan dan sifat yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW (Ahmad Wardi Muslich, 2006: 41). Adapun sunnah memiliki fungsi sebagai berikut (Ahmad Wardi Muslich, 2006: 45): 
  1. Menjelaskan hukum yang ada di dalam Al-Quran;
  2. Memperkuat hukum yang telah dinyatakan dalam Al-Quran; dan 
  3. Sebagai sumber hukum yang mandiri. 
Ijma'
Ijma' ialah kesepakatan seluruh mujtahidin (ahli ijtihad) dari kalangan umat Islam pada suatu masa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW atas suatu hukum Islam. Setiap ijma' tidak berdiri sendiri namun bersandar pada Al-Quran dan sunnah. Dalam kesepakatan para ahli ijtihad dicapai oleh sebagian atau sebagian besar saja (tidak keseluruhannya), maka kaum muslimin boleh mengikutinya atau boleh memilih yang lainnya sepanjang penguasa tidak mewajibkan untuk menaatinya (Ahmad Wardi Muslich, 2006: 48-49).

Qiyas 
Qiyas adalah penyamaan suatu kejadian yang belum ada nash (teks dalam Al-Quran dan sunnah) yang menghukumi dengan suatu kejadian yang sudah ada nash yang menghukumi dengan syarat adanya persamaan kedua kejadian tersebut di dalam sebab hukumnya. Qiyas atau analogi merupakan instrumen penting dalam pengambilan putusan hukum Islam untuk mengatasi kekosongan hukum (Ahmad Wardi Muslich, 2006: 50-53).

Selain itu, syariat Islam mempunyai sumber hukum lainnya yang juga berasal dari akal pikiran manusia namun sumber ini sebagian masih diperdebatkan di kalangan ulama (Mohammad Daud Ali, 2004: 100-111), yakni antara lain: 
  1. Istihsan, yakni mengutamakan keadilan dan kepentingan sosial dengan cara menyimpang dari ketentuan yang sudah ada; 
  2. Maslahah mursalah, yakni mengisi kekosongan hukum dengan mempertimbangkan kepentingan umum; 
  3. Istidal, yaitu menarik kesimpulan hukum melalui dua tindakan yang berlainan; 
  4. Urf atau adat istiadat adalah kebiasaan yang tidak bertentangan dengan pokok hukum Islam.
Demikian penjelasan singkat mengenai Sumber-Sumber Hukum Pidana Islam yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan sehubungan dengan artikel ini, silahkan kirimkan pesan atau tinggalkan komentar di akhir postingan. Kritik dan sarannya sangat diperlukan untuk membantu kami menjadi lebih baik kedepannya. Terima kasih
Baca Juga:
Erisamdy Prayatna
Blogger | Advocate | Legal Consultant
Father of Muh Al Ghifari Ariqin Pradi

Baca Juga:

1 komentar

  1. Sumber Hukum yang terkadang jadi polemik jelas yang berasal dari akal pikiran manusia. Manusia memang diberikan akal untuk berpikir, tapi terkadang kesalahan pengambilan keputusan masih sering terjadi disebabkan dari perbedaan persepsi dari tiap tiap orang.

    BalasHapus
Komentar Anda Membantu Kami Menjadi Lebih Baik. Terima Kasih