BzQbqi7srrl67Hfvhy9V9FxE68wSdBLJV1Yd4xhl

Pengikut

Tinjauan Umum tentang Keluarga

Tinjauan Umum tentang Keluarga
Pengertian Keluarga
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih individu yang tergabung karena hubungan darah, perkawinan atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Bailon dan Maglaya, 1997). Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dengan anaknya, atau ibu dengan anaknya (BKKBN, 1992)

Menurut Salvicion dan Cellis (1998) dalam keluarga terdapat dua atau lebih pribadi yang tergabung karena hubungan perkawianan, darah atau penpengangkatan dan hidup dalam satu rumah tangga, beriteraksi satu sama lain dan berada dalam perannya masing-masing serta menciptakan dan mempertahankan suatu kebudayaan (Baron dan Byrne, 2003).

Dari berbagai pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran dan berinteraksi satu sama lain yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari setiap anggota keluarga.

Fungsi Keluarga
Fungsi yang harus dijalankan dalam keluarga (mubarak dkk, 2009) adalah sebagai berikut:
  1. Fungsi Biologis
    Fungsi biologis, yaitu fungsi untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga;
  2. Fungsi Psikologis
    Fungsi psikologis, yaitu fungsi untuk memberikan kasih sayang dan rasa aman bagi keluarga, memberikan kedewasaan dan kepribadian anggota keluarga serta memberikan identitas pada keluarga;
  3. Fungsi Sosialisasi
    Fungsi sosialisasi, yaitu fungsi untuk mengembangkan sosialisasi pada anak, membentuk norma tingkah laku sesuai tingkat perkembangan masing-masing serta meneruskan nilai-nilai budaya. 
  4. Fungsi Ekonomi
    Fungsi ekonomi, yaitu fungsi untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan anggota keluarga termasuk sandang, pangan dan papan.
Struktur Keluarga 
Menurut Friedman (1998) struktur keluarga, yakni terdiri dari: 
  1. Pola dan Proses Komunikasi
    Pola komunikasi dalam keluarga akan berhasil jika pengirim dan penerima pesan dapat saling menerima dan saling memberi umpan balik. Pola dan proses komunikasi dapat dikatakan berfungsi apabila jujur, terbuka dapat menyelesaikan konflik keluarga serta adanya hirarki kekuatan.
  2. Struktur Peran
    Struktur peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai posisi yang diberikan baik peran formal maupun informal.
  3. Struktur Kekuatan
    Struktur kekuatan adalah kemampuan individu dalam mengontrol dan mempengaruhi atau merubah perilaku orang lain yang terdiri dari hak, keahlian, ditiru, hadiah, paksaan dan afectif power.
  4. Nilai dan Norma
    Nilai adalah sistem ide, sikap dan keyakinan yang mengikat anggota keluarga dalam budaya tertentu sedangkan norma adalah pola perilaku yang diterima pada lingkungan sosial tertentu.
Peran Keluarga 
Peran adalah seperangkat perilaku interpersonal, sifat dan kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peran yang terdapat dalam keluarga antara lain sebagai berikut: 
  1. Ayah sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya. Peran ayah disini sebagai kepala keluarga, pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman;
  2. Ibu sebagai istri dari suami dan ibu dari anak-anaknya mempunyai peran mengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik dari anak-anak, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya; dan 
  3. Anak-anak sebagai pelakasana peran psikososial sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, mental, sosial dan spiritual.
Tugas Keluarga dalam bidang kesehatan
Menurut Suprayitno (2004) tugas keluarga dalam bidang kesehatan, yakni meliputi: 
  1. Mengenal masalah kesehatan keluarga
    Kesehatan adalah kebutuhan yang tidak boleh diabaikan dalam keluarga karena tanpa kesehatan sesuatu tidak akan berarti dan karena kesehatan pula kekuatan serta sumber daya dan dana keluarga habis. Apabila disadari adanya perubahan dalam kesehatan keluarga perlu dicatat kapan terjadinya, perubahan apa yang terjadi dan seberapa besar perubahannya.
  2. Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga.
    Hal ini merupakan tugas utama keluarga untuk memberi pertolongan yang tepat bagi anggota yang mengalami masalah kesehatan. Tindakan keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi atau bahkan teratasi. Jika keluarga mempunyai keterbatasan dapat meminta bantuan kepada orang di lingkungan tinggal keluarga agar memperoleh bantuan.
  3. Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan
    Keluarga sering kali memiliki keterbatasan dalam mengambil tindakan yang tepat dan benar, jika demikian keluarga yang mengalami gangguan kesehatan perlu memperoleh tindakan lanjutan atau perawatan agar masalah tidak menjadi lebih parah.
  4. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan anggota keluarga; dan
  5. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan disekitarnya bagi keluarga.
Demikian penjelasan singkat mengenai Tinjauan Umum tentang Keluarga yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan sehubungan dengan artikel ini, silahkan kirimkan pesan atau tinggalkan komentar di akhir postingan. Kritik dan sarannya sangat diperlukan untuk membantu kami menjadi lebih baik kedepannya dalam menerbitkan artikel. Terima kasih.
Baca Juga:
Erisamdy Prayatna
Blogger | Advocate | Legal Consultant
Father of Muh Al Ghifari Ariqin Pradi

Baca Juga:

1 komentar

  1. Dimasa sekarang, peran seorang istri bisa ditambahkan sebagai pencari nafkah. Belakangan ini fungsi keluarga sudah berubah dari yang semestinya. Ketika suami dan istri sebagai pencari nafkah, dan pengasuh anak sebagai pendidik.

    BalasHapus
Komentar Anda Membantu Kami Menjadi Lebih Baik. Terima Kasih