BzQbqi7srrl67Hfvhy9V9FxE68wSdBLJV1Yd4xhl

Pengikut

Tinjauan Umum tentang Persepsi

Tinjauan Umum tentang Persepsi
Pengertian Persepsi
Persepsi adalah kemampuan otak dalam menterjemahkan stimulus yang masuk ke dalam alat indera manusia. Persepsi manusia terdapat perbedaan sudut pandang dalam penginderaan, ada yang mempersepsikan sesuatu itu positif atau negatif yang akan mempengaruhi tindakan manusia yang tampak atau nyata (Sugihartono, dkk 2007: 8).

Persepsi sebagai proses kognitif dimana seorang individu memilih, mengorganisasikan dan memberikan arti kepada stimulus lingkungan. Melalui persepsi, individu berusaha untuk merasionalkan lingkungan dan objek, orang dan peristiwa didalamnya (John M. Ivancevich, dkk 2006: 116).

Persepsi adalah suatu proses pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diterima individu sehingga menjadi sesuatu yang berarti dan merupakan aktifitas yang integrated dalam diri individu. Respon akibat dari persepsi di ambil individu dengan berbagai macam bentuk. Stimulus mana yang akan mendapat respon dari individu tergantung pada perhatian individu yang bersangkutan. Berdasar hal tersebut, perasaan, kemampuan berfikir, pengalaman-pengalaman yang dimiliki individu tidak sama, maka dalam mempersepsi sesuatu stimulus, hasil persepsi mungkin akan berbeda antar individu satu dengan individu lain (Bimo, 2004: 70).

Dari berbagai pendapat yang disampaikan oleh para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri individu sehingga individu sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya.

Persepsi seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah pengetahuan, pengalaman dan sudut pandang. Persepsi juga bertautan dengan cara pandang seseorang terhadap suatu usaha obyek tertentu dengan cara yang berbeda dengan menggunakan alat indera yang dimiliki kemudian berusaha untuk ditafsirkan. Persepsi positif maupun negatif ibarat file yang tersimpan rapi dalam alam pikiran bawah sadar kita yang kemudian persepsi menafsirkan pesan.

Syarat Terjadinya Persepsi 
Adapun syarat terjadinya persepsi menurut Sunaryo (2004:98) adalah sebagai berikut:
  1. Adanya reseptor atau alat indera;
  2. Adanya objek persepsi;
  3. Adanya perhatian sebagai untuk menerima stimulus; dan
  4. Adanya saraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus ke otak yang kemudian sebagai alat untuk mengadakan respon. 
Faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Menurut (Notoatmodjo, 2005) faktor yang mempengaruhi persepsi dibagi menjadi 2 (dua) bagian besar yaitu sebagai berikut:
  1. Faktor Internal yang terdiri dari:
    • Pengalaman atau pengetahuan
      Pengalaman atau pengetahuan yang dimiliki keluarga merupakan faktor yang sangat berperan dalam menginterpretasikan stimulus yang diperolehnya. Pengalaman masa lalu atau apa yang telah dipelajari akan menyebabkan terjadinya perbedaan interpretasi.
    • Harapan (expectation)
      Harapan terhadap suatu keadaan yang memuaskan akan mempengaruhi persepsi terhadap stimulus.
    • Kebutuhan
      Kebutuhan akan keadaan menyebabkan orang menginterpretasikan stimulus secara berbeda.
    • Motivasi
      Motivasi akan mempengaruhi persepsi seseorang, hal mana seseorang yang termotivasi untuk menjaga keadaannya dan orang sekitarnya untuk melakukan hal-hal yang positif.
    • Emosi
      Emosi seseorang akan mempengaruhi persepsinya terhadap keadaan yang diterimanya.
    • Budaya
      Seseorang dengan latar belakang budaya yang sama akan menginterpretasikan orang-orang dalam kelompoknya secara berbeda, namun akan mempersepsikan orang-orang di luar kelompoknya sebagai sesuatu yang sama saja.
  2. Faktor Eksternal
    • Kontras
      Cara termudah dalam menarik perhatian adalah dengan membuat kontras baik warna, ukuran, bentuk atau gerakan.
    • Perubahan Intensitas
      Suara yang berubah dari pelan menjadi keras atau cahaya yang berubah dengan intensitas tinggi akan menarik perhatian seseorang. 
    • Pengulangan (repetition)
      Dengan pengulangan, walaupun pada mulanya stimulus tersebut tidak termasuk dalam rentang perhatian kita maka kemudian akan mendapat perhatian kita. 
    • Sesuatu yang baru (novelty)
      Suatu stimulus yang baru akan lebih menarik perhatian kita dari pada sesuatu yang telah kita ketahui.
    • Sesuatu yang menjadi perhatian orang banyak
      Suatu stimulus yang menjadi perhatian orang banyak akan menarik perhatian seseorang.
Menurut Makmuri Muclas (2008: 119) persepsi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:
  1. Pelaku persepsi;
  2. Target atau obyek persepsi; dan
  3. Situasi
Pelaku Persepsi
Seseorang dalam menafsirkan keadaan yang dilihatnya sangat dipengaruhi karakteristik pribadinya sendiri, antara lain sikap, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu dan pengharapan. Motif yang tidak terpuaskan akan merangsang dan mempunyai pengaruh yang kuat pada persepsi individu itu sendiri. 

Target atau obyek persepsi
Atribut-atribut seperti gerakan, bunyi, ukuran dan yang lainnya akan membentuk cara kita memandangnya misalnya seperti suatu keadaan yang diterima yang apabila dilihat dari berbagai sudut pandang oleh orang yang berbeda, tentu akan beda pula persepsinya.

Situasi
Situasi juga ikut andil dalam mempengaruhi persepsi kita misalnya seperti seorang perempuan cantik di mall akan terlihat biasa, akan tetapi apabila perempuan itu berada di pasar yang merupakan bukan hal yang biasa yang tentunya akan mengundang perhatian kaum lelaki yang berada di pasar tersebut.

Adapun faktor yang berperan dalam persepsi menurut Bimo Walgito (2004:70), diantaranya yaitu:
  1. Objek yang dipersepsi;
  2. Alat indera, syaraf dan susunan syaraf; dan
  3. Perhatian
Objek yang dipersepsi
Objek menstimulus alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari dalam maupun dari luar individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor.

Alat indera, syaraf dan susunan syaraf
Reseptor adalah alat untuk menerima stimulus di samping juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf pusat, yaitu otak sebagai alat untuk membentuk respon diperlukan syaraf motoris yang dapat membentuk persepsi seseorang

Perhatian
Perhatian diperlukan dalam mengadakan persepsi karena merupakan langkah pertama dalam mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktifitas individu yang di tujukan kepada suatu sekumpulan objek.

Proses Persepsi
Proses terbentuknya persepsi didasari beberapa tahapan (Miftah Toha, 2003:145), yaitu:
  1. Stimulus atau Rangsangan yang diawali ketika seseorang dihadapkan pada stimulus atau rangsangan yang hadir dari lingkungannya;
  2. Registrasi yang dalam proses ini gejala yang nampak berupa mekanisme fisik yang berupa penginderaan dan syaraf seseorang yang berpengaruh melalui alat indera yang dimilikinya. Seseorang dapat mendengarkan atau melihat informasi yang terkirim kepadanya kemudian mendaftar semua informasi yang terkirim kepadanya tersebut;
  3. Interpretasi, yaitu proses memberikan arti kepada stimulus yang diterimanya. Proses ini bergantung pada cara pendalaman motivasi dan kepribadian seseorang
Komponen yang membentuk struktur sikap / persepsi 
Terdapat 3 (tiga) komponen yang membentuk struktur sikap atau persepsi menurut Baron dan Byrne (dalam Gerungan, 1996), yaitu terdiri dari:
  1. Komponen kognitif;
  2. Komponen Afektif; dan
  3. Komponen konatif.
Komponen Kognitif
Komponen kognitif yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan yaitu hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana seseorang mempersepsi terhadap obyek sifat atau keadaan yang diterimanya.

Komponen Afektif
Berhubungan dengan rasa senang dan tidak senang. Jadi sifatnya evaluatif yang berhubungan erat dengan nilai-nilai kebudayaan atau sistem nilai yang dimilikinya. Rasa senang merupakan hal yang positif sedangkan rasa tidak senang merupakan hal yang negatif.

Komponen konatif
Komponen konatif atau komponen perilaku yaitu komponen yang berhubungan dengan kecenderungan bertindak terhadap objek sikap. Komponen ini menunjukkan intensitas sikap, yaitu besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap.

Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa persepsi mengandung komponen kognitif, afektif, dan juga konatif, yaitu merupakan kesediaan untuk bertindak atau berperilaku. Sikap seseorang yang diterimanya merupakan manifestasi dari korelasi ketiga komponen tersebut yang saling berinteraksi untuk memahami, merasakan dan berperilaku terhadap keadaan. Ketiga komponen itu saling berinterelasi dan konsisten satu dengan lainnya. Jadi, terdapat pengorganisasian secara internal diantara ketiga komponen tersebut.

Menurut David Krech dan Ricard Crutfielt dalam Jalaludin Rahmat (2007:55) terdapat 2 (dua) faktor yang menentukan persepsi, yaitu sebagai berikut:
  1. Faktor fungsional, yakni faktor yang berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal lain yang termasuk dan kita sebut sebagai faktor personal. Penentu persepsi adalah obyek yang memenuhi tujuan individu dalam melakukan persepsi; dan
  2. Faktor Struktural, yakni faktor yang semata-mata berasal dari sifat stimulus fisik terhadap efek-efek syaraf yang ditimbulkan pada sisterm individu. Tidak dapat meneliti faktor yang terpisah, tetapi memandangnya dalam hubungan keseluruhan.
Faktor terjadinya persepsi 
Mekanisme persepsi merupakan suatu peristiwa physical dan proses eksternal yang membangkitkan persepsi yang mempengaruhi mata, syaraf di bagian visual cortex yang memberikan efek ke lingkungan yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh susunan syaraf pusat. Terdapat 3 (tiga) komponen terkait dengan proses pembentukan persepsi, diantaranya yaitu sebagai berikut: 
  1. Learning atau belajar dari pengalaman individu atau keluarga terhadap stimulus;
  2. Memory atau ingatan dari individu atau keluarga; dan
  3. Through, gabungan dari Learning dan Memory.
Demikian penjelasan singkat mengenai Tinjauan Umum tentang Persepsi yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan sehubungan dengan artikel ini, silahkan kirimkan pesan atau tinggalkan komentar di akhir postingan. Kritik dan sarannya sangat diperlukan untuk membantu kami menjadi lebih baik kedepannya dalam menerbitkan artikel. Terima kasih.
Baca Juga:
Erisamdy Prayatna
Blogger | Advocate | Legal Consultant
Father of Muh Al Ghifari Ariqin Pradi

Baca Juga:

1 komentar

  1. Setiap persepsi orang berbeda beda. Itulah mengapa dbuat yang dinamakan Hukum atau Aturan. Menyatukan persepsi sangatlah sulit, sehingga dengan adanya aturan yang mengatur. Persepsi orang yang berbeda akan senantiasa tertuju pada satu tujuan akhir.

    BalasHapus
Komentar Anda Membantu Kami Menjadi Lebih Baik. Terima Kasih