BzQbqi7srrl67Hfvhy9V9FxE68wSdBLJV1Yd4xhl

Pengikut

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
Ruang lingkup pendidikan Agama Islam secara garis besar ialah mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan. Dengan demikian secara umum ruang lingkup pendidikan Islam adalah pemikiran yang serba mendalam, mendasar, sistematis, terpadu, logis, menyeluruh dan universal mengenai konsep-konsep yang berkaitan dengan pendidikan atas dasar ajaran Islam. Diantara konsep-konsep tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Hubungan Manusia Dengan Allah SWT; dan
  2. Hubungan Manusia Dengan Makhluk Lain Dan Lingkungannya
Hubungan Manusia Dengan Allah SWT
Kalau kita membahasakan hubungan dalam uraian ini janganlah dibayangkan sebagai hubungan antara dua subyek di antara mana terbentang sesuatu sebagai penghubung sebab di dalam hal hubungan dengan Tuhan terdapat suatu daerah suci dan luhur, lepas sama sekali dari sifat pihak yang lain, yaitu manusia. Hubungan manusia dengan Tuhan tidak didasarkan kepada hak dan kewajiban timbal balik. Tidak merupakan perjanjian seperti manusia, bahwa kalau seseorang melakukan sesuatu ia berhak mendapat sesuatu pula. 

Hubungan manusia dengan tuhan tidak merupakan kontrak dengan tuhan. Dalam hubungan ini, pada manusia hanya ada kewajiban, manusia tidak mempunyai hak apa-apa. Padahal tidak demikian adanya. Apa yang lazim disebut hak dalam hubungan antara manusia pada hubungan dengan Tuhan tidak dimiliki manusia. Sesuai dengan sifat sifat kesempurnaan Tuhan, maka daerah suci luhur dalam hubungan yang kita maksudkan diatas terdapat 3 (tiga) sifat, yaitu :
  1. Hubungan Antar Hamba Dengan Malik (Tuhannya);
  2. Hubungan Manusia Dengan Dirinya Sendiri; dan
  3. Hubungan Dengan Sesama Manusia.
Hubungan Antar Hamba Dengan Malik (Tuhannya)
Dalam hal ini terkandung banyak sekali pengertian. Manusia sebagai hamba harus mengabdikan diri kepada Allah SWT. Pengabdian ini berupa kewajiban-kewajiban manusia mengikuti perintah dan menjauhi larangannya. Hubungan antara manusia dengan Tuhan yang bersifat perhambaan diri (penyerahan diri) manusia dengan kepada-Nya, tidaklah membawa faedah kepada yang disembah (Allah SWT) melainkan kepada yang menyembah (manusia). 

Perbedan antara keduanya tidak terletak dalam kehebatan usahanya, melainkan dalam hal mensyukuri hasil usahanya dan bagaimana mereka menempatkan hasil itu. Orang-orang yang bertujuan hidup sebagai hamba Allah SWT akan menempatkan hasil usahanya itu dalam satu rangkaian usaha-usaha suci sedangkan orang-orang materialistis akan menempatkan hasil dalam rangkaian usaha-usaha selanjutnya yang tarafnya sama saja dengan hasil itu yaitu taraf materi.

Hubungan Manusia Dengan Dirinya Sendiri
Bukan suatu hal yang tidak pasti apabila pendidikan Islam di sekolah-sekolah diberikan dengan baik, hidup keagamaan masa depan anak akan lebih cerah. Anak yang mendapat pendidikan Islam lebih baik, lebih mudah melakukan semua tugas mereka sehari-hari secara sungguh-sungguh, lebih mudah pula mengarah ke jalan yang benar. Maka keinsyafan baragama masa depan yang ditimbulkan oleh pendidikan Agama seketika akan dapat digunakan memimpin dirinya kepada hidup berdisiplin, mantap pendirianya dan penuh rasa tanggung jawab terhadap apa yang diperbuatnya apalagi tanggung jawab terhadap Agama, nusa dan bangsa.

Hubungan Dengan Sesama Manusia
Proses pendidikan berlangsung dengan hubungan pergaulan manusia sesama manusia karena tanpa pergaulan, sukarlah bagi seorang pendidik untuk melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, para pendidik Islam harus mengetahui makna dan sifat pergaulan antar manusia yang dianjurkan oleh Agama Islam.

Sifat hubungan pertama yaitu tolong menolong karena perbedaan keadaan dan prestasi, tidak boleh mengandung unsur penghinaan terhadap sesama. Tolong-menolong adalah karena Allah SWT bukan karena merasa diri lebih hebat atau orang lain lebih hina. Sifat hubungan keduanya adalah tolong menolong dalam proses pendidikan antara pendidik dan terdidik harus dapat saling menghargai bukan karena pendidik lebih dalam soal-soal pengetahuan, kesusilaan dan keagamaan lalu harus melupakan bahwa anak didiknya itu juga manusia. 

Pendidik yang demikian akan bersifat sebagai diktator, autoriter dan menganggap si terdidik sebagai hambanya. Namun demikian tidaklah ada gunanya jika seseorang menolong sesamanya justru karena mengharapkan pembalasan itu di dunia maupun di akherat. Soal beramal dan beribadah dalam Agama Islam tidak boleh disertai dengan niat untuk mengharapkan balasan. Semua perbuatan-perbuatan kita, pertolongan-pertolongan kita, kasih-sayang dan penghargaan kita bahkan seluruh amal ibadah kita haruslah dilaksanakan dengan niat karena Allah SWT.

Hubungan Manusia Dengan Makhluk Lain Dan Lingkungannya
Sebagai kholifah dimuka bumi, manusia boleh menggunakan dan mengambil manfaat dari alam menurut garis-garis yang telah ditentukan.  Hubungan manusia dengan lingkungannya dimana hal ini dapat terjadi karena manusia secara kodrati mempunyai potensi-potensi yang hanya bisa berkembang bila ada rangsangan-rangsangan dari sekitar sosial ini, maka potensi-potensi untuk berpikir berkreasi, berbudaya, berbudi dan sebagainya dapat berkembang.

Hubungan ini mempunyai arti penting bagi anak didik sebagai hubungan timbal balik dengan orang-orang disekitarnya diantaranya adalah Mendorong Anak Didik Untuk Mengenal Alam Sekitarnya Dengan mengenal alam sekitarnya mereka akan semakin mencintai dan mengambil manfaatnya dengan sebaik- baiknya shingga dengan demikian secara tidak langsung akan mendorong mereka untuk ambil bagian dalam pembangunan, baik untuk dirinya sendiri atau masyarakat dan Negara. 

Mendorong Anak Didik Beriman Kepada Allah SWT dengan mengenal alam dan mencintainya, anak didik akan mengetahui keindahan dan kehebatan alam semesta sehingga akan menambah atau mempertebal iman mereka kepada Allah SWT sebagai maha pencipta. Ruang lingkup pendidikan agama tersebut diatas sangat terkait antara yang satu dengan yang lain, sehingga tidak bisa dipisah-pisahkan atau berdiri sendiri.

Demikian penjelasan singkat mengenai Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan sehubungan dengan artikel ini, silahkan tinggalkan pesan atau komentar di akhir postingan. Terima kasih.

Baca Juga:
Erisamdy Prayatna
Blogger | Advocate | Legal Consultant
Father of Muh Al Ghifari Ariqin Pradi

Baca Juga:

Posting Komentar