BzQbqi7srrl67Hfvhy9V9FxE68wSdBLJV1Yd4xhl

Pengikut

Ciri-Ciri Pengguna Narkoba

Ciri-Ciri Pengguna Narkoba
Dalam ketentuan yang diatur pada Pasal 1 ayat 14 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan penyalahguna narkotika adalah orang yang menggunakan narkotika tanpa sepengetahuan dan pengawasan dokter (Joewana, 2005). 

Seorang penyalahguna mempunyai masalah-masalah langsung yang berhubungan dengan obat-obatan dan alkohol dalam hidup mereka. Masalah-masalah tersebut dapat muncul secara fisik, mental, emosional, dan/ atau bahkan spiritual. Berdasarkan hal tersebut terdapat beberapa ciri yang mudah dilihat pada seseorang yang sudah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan minuman keras menurut Karsono (2004), yakni antara lain:
  • Adanya perubahan tingkah laku yang tiba-tiba terhadap kegiatan sekolah, keluarga dan teman-teman. Misalnya bertindak kasar, tidak sopan, mudah curiga dan penuh rahasia terhadap orang lain;
  • Suka marah yang tidak terkendali;
  • Pembangkangan terhadap disiplin yang tiba-tiba, baik di rumah maupun di sekolah;
  • Mencuri uang di rumah, sekolah atau toko untuk membeli narkoba atau minuman keras;
  • Mencuri barang berharga yang berada di dalam rumah untuk dijual guna pembelian narkoba dan minuman keras;
  • Selalu menggunakan kacamata gelap pada saat tidak tepat untuk menyembunyikan matanya yang bengkak dan merah;
  • Suka mengasingkan diri atau bersembunyi di kamar mandi atau di tempattempat yang janggal, seperti di gudang dan di bawah tangga dalam waktu lama serta berulang kali;
  • Penurunan tingkat kehadiran di kelas dan prestasi belajar di sekolah secara drastis (sering membolos);
  • Lebih banyak menyendiri, sering bengong, dan berhalusinasi;
  • Sering menipu karena kehabisan uang jajan;
  • Berat badan turun drastis, karena nafsu makan yang tidak menentu;
  • Selalu mengenakan pakaian secara sembarangan dan senang mengenakan kemeja lengan panjang untuk menyembunyikan bekas suntikan di lengan; dan
  • Sering dikunjungi oleh orang-orang yang belum dikenal keluarga atau temantemannya.
Adapun secara umum ciri-ciri pengguna narkoba berdasarkan gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:
  1. Berdasarkan gejala fisik, yakni terdiri dari:
    • Berat badan turun drastis;
    • Mata cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitaman;
    • Buang air besar dan air kecil kurang lancar;
    • Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas;
    • Tanda berbintik merah seperti bekas gigitan nyamuk dan ada bekas luka sayatan;
    • Terdapat perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan;
    • Mengeluarkan air mata yang berlebihan;
    • Mengeluarkan keringat yang berlebihan;
    • Kepala sering nyeri dan persendian ngilu;
    • Banyaknya lendir dari hidung, diare, dan bulu kuduk berdiri; dan
    • Sukar tidur dan sering menguap.
  2. Berdasarkan perubahan perilaku,  yakni terdiri dari:
    • Hilangnya minat bergaul dan olahraga;
    • Mengabaikan perawatan dan kerapian diri;
    • Disiplin pribadi mengendur;
    • Suka menyendiri dan menghindar dari perhatian orang lain;
    • Cepat tersinggung dan cepat marah;
    • Berlaku curang, tidak jujur, dan menghindar dari tanggung jawab;
    • Selalu menghindari cahaya matahari atau sinar yang terang, terkadang disiasati dengan memakai kacamata hitam tidak pada waktunya;
    • Menutupi lengan dengan mengenakan kemeja lengan panjang;
    • Sering berlama-lama di tempat yang tak biasa seperti di kamar mandi, WC, gudang, kamar dan tempat lainnya;
    • Suka mencuri barang di rumah; dan
    • Prestasi sekolah atau kerja menurun.
Sedangkan secara khusus ciri-ciri atau gejala-gejala pemakaian narkoba yang berlebihan berdasarkan jenis narkoba yang digunakan adalah sebagai berikut:
  1. Opiat (heroin, morfin, ganja) dengan ciri atau gejala sebagai berikut:
    • Perasaan senang dan bahagia;
    • Acuh tak acuh (apati);
    • Malas bergerak;
    • Mengantuk;
    • Rasa mual;
    • Bicara cadel;
    • Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis); dan
    • Gangguan perhatian atau daya ingat.
  2. Ganja dengan ciri atau gejala sebagai berikut:
    • Rasa senang dan bahagia;
    • Santai dan lemah;
    • Acuh tak acuh;
    • Mata merah;
    • Nafsu makan meningkat;
    • Mulut kering;
    • Pengendalian diri kurang;
    • Sering menguap atau ngantuk;
    • Kurang konsentrasi; dan
    • Depresi.
  3. Amfetamin (shabu, ekstasi) dengan ciri atau gejala sebagai berikut:
    • Kewaspadaan meningkat;
    • Bergairah;
    • Rasa senang, bahagia;
    • Pupil mata melebar;
    • Denyut nadi dan tekanan darah meningkat;
    • Sukar tidur atau insomnia; dan
    • Hilang nafsu makan.
  4. Kokain dengan ciri atau gejala sebagai berikut:
    • Denyut jantung cepat;
    • Agitasi psikomotor atau gelisah;
    • Euforia atau rasa gembira berlebihan;
    • Rasa harga diri meningkat;
    • Banyak bicara;
    • Kewaspadaan meningkat;
    • Kejang;
    • Pupil (manik mata) melebar;
    • Tekanan darah meningkat;
    • Berkeringat atau rasa dingin;
    • Mual atau muntah;
    • Mudah berkelahi;
    • Psikosis;
    • Perdarahan darah otak;
    • Penyumbatan pembuluh darah;
    • Nystagmus horisontal atau mata bergerak tak terkendali; dan
    • Distonia (kekakuan otot leher).
  5. Alkohol dengan ciri atau gejala sebagai berikut:
    • Bicara cadel;
    • Jalan sempoyongan;
    • Wajah kemerahan;
    • Banyak bicara;
    • Mudah marah;
    • Gangguan pemusatan perhatian; dan
    • Nafas bau alkohol.
  6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon) dengan ciri atau gejala sebagai berikut:
    • Bicara cadel;
    • Jalan sempoyongan;
    • Wajah kemerahan;
    • Banyak bicara;
    • Mudah marah; dan
    • Gangguan pemusatan perhatian.
Adapun untuk mengetahui cara narkoba masuk ke dalam tubuh, yaitu sebagai berikut:
  1. Ditelan, dimasukkan ke dalam mulut
    Hal mana narkoba tersebut akan meluncur ke pusat usus besar dan diserap ke dalam aliran darah di dalam pencernaan.
  2. Disedot gasnya seperti penggunaan lem
    Hal mana gas yang mengandung zat narkoba yang memabukkan itu menembus aliran darah yang ada dalam rongga hidung.
  3. Dihisap seperti merokok
    Hal mana zat atau asap narkoba tersebut akan masuk ke dalam kantung-kantung udara di paru-paru dan diserap oleh pembuluh-pembuluh rambut (kapiler) ke dalam aliran darah.
  4. Dioleskan di atas kulit
    Hal mana narkoba tersebut masuk melalui pori-pori kulit ke dalam pembuluh darah rambut dan akhirnya ke aliran darah.
  5. Disuntikkan
    Hal mana narkoba tersebut dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara melukai bagian tubuh dengan jarum untuk mencapai aliran darah.
Demikian penjelasan singkat mengenai Ciri-Ciri Pengguna Narkoba yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan sehubungan dengan artikel ini, silahkan kirimkan pesan atau tinggalkan komentar di akhir postingan. Kritik dan sarannya sangat diperlukan untuk membantu kami menjadi lebih baik kedepannya dalam menerbitkan artikel. Terima kasih. 
Baca Juga:
Erisamdy Prayatna
Blogger | Advocate | Legal Consultant
Father of Muh Al Ghifari Ariqin Pradi

Baca Juga:

1 komentar

  1. Lem yang terkadang digunakan sebagai bahan untuk penggunaan kategori narkoba, adalah jenis lem yang sering dipakai dalam kehidupan sehari - hari. Apakah memang dalam pembuatannya tidak diawasi oleh badan pemerintah terkait ?

    BalasHapus
Komentar Anda Membantu Kami Menjadi Lebih Baik. Terima Kasih