BzQbqi7srrl67Hfvhy9V9FxE68wSdBLJV1Yd4xhl

Pengikut

Remaja (Definisi, Karakteristik dan Perkembangannya)

Definisi dan Karakteristik Remaja
Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan Adolescence secara beragam didefinisikan sebagai periode transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang melibatkan perubahan cepat pada berbagai aspek termasuk biologis, psikologis dan sosial budaya (Situmorang, 2003). 

World Health Organization (WHO) mendefinisikan remaja sebagai perubahan dari munculnya karakteristik seks sekunder dan kematangan reproduksi, perkembangan dari proses mental dewasa dan identitas dewasa dan transisi dari ketergantungan sosio ekonomi menjadi lebih mandiri (Situmorang, 2003).

Santrock (2011) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Papalia, Olds dan Feldman (2004) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence). 

Menurut Papalia, Olds dan Feldman (2004), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 (dua belas) atau 13 (tiga belas) tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.


Menurut Konopka dan Ingersoll, secara umum masa remaja dibagi menjadi 3 (tiga) bagian (Agustiani, 2006), yaitu sebagai berikut:
  1. Masa remaja awal (12-15 tahun);
  2. Masa remaja pertengahan (15-18 tahun); dan
  3. Masa remaja akhir (19-22 tahun)
Masa remaja awal (12-15 tahun)
Pada masa ini individu mulai meninggalkan peran sebagai anak-anak dan berusaha mengembangkan diri sebagai individu yang unik dan tidak tergantung pada orang tua. Fokus dari tahap ini adalah penerimaan terhadap bentuk dan kondisi fisik serta adanya konformitas yang kuat dengan teman sebaya.

Masa remaja pertengahan (15-18 tahun)
Masa ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan berfikir yang baru. Teman sebaya masih memiliki peran yang penting, namun individu sudah lebih mampu mengarahkan diri sendiri (self directed). Pada masa ini remaja mulai mengembangkan kematangan tingkah laku, belajar mengendalikan impulsivitas, membuat keputusan-keputusan awal yang berkaitan dengan tujuan vokasional yang ingin dicapai. Selain itu penerimaan dari lawan jenis menjadi penting bagi individu.

Masa remaja akhir (19-22 tahun)
Masa ini ditandai oleh persiapan akhir untuk memasuki peran-peran orang dewasa. Selama periode ini remaja berusaha memantapkan tujuan vokasional dan mengembangkan sense of personal identity. Keinginan yang kuat untuk menjadi matang dan diterima dalam kelompok teman sebaya dan orang dewasa, juga menjadi ciri dari tahap ini.

Masa remaja mempunyai ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya. Ciri-ciri remaja menurut Hurlock (1999), yakni sebagai berikut:
  1. Masa remaja sebagai periode yang penting
    Masa remaja sebagai periode yang penting, yaitu perubahan-perubahan yang dialami masa remaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya;
  2. Masa remaja sebagai periode pelatihan
    Disini diartikan perkembangan masa kanak-kanak lagi dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas sehingga keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.
  3. Masa remaja sebagai periode perubahan
    Masa remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh, minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut serta keinginan akan kebebasan.
  4. Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri
    Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yaitu yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat.
  5. Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan
    Dikatakan demikian karena remaja sulit diatur dan cenderung berperilaku yang kurang baik. Hal ini yang membuat banyak orang tua menjadi takut.
  6. Masa remaja adalah masa yang tidak realistik
    Remaja cenderung memandang kehidupan dari kacamata berwarna merah jambu, melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.
  7. Masa remaja sebagai masa dewasa
    Remaja mengalami kebingungan atau kesulitan di dalam usaha meninggalkan kebiasaan pada usia sebelumnya dan di dalam memberikan kesan bahwa mereka hampir atau sudah dewasa, yaitu dengan merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perilaku seks. Mereka menganggap bahwa perilaku ini akan memberikan citra yang mereka inginkan.
Adapun secara umum karakteristik remaja menurut Jahja (2011) adalah sebagai berikut:
  1. Adanya peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang biasa disebut dengan masa storm and stress;
  2. Adanya perubahan fisik yang cepat dan diikuti dengan kematangan seksualitas;
  3. Adanya ketertarikan dengan dirinya sendiri dan hubungan dengan orang lain;
  4. Dapat membedakan antara yang penting dan kurang penting;
  5. Pada umumnya remaja akan bersikap acuh atau tidak menyadari (ambivalen) dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Disatu sisi remaja ingin mencoba sesuatu yang baru, tetapi disisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang akan dihadapinya.


Perkembangan Pada Masa Remaja
Ada beberapa perkembangan yang terjadi pada individu saat masa remaja, yaitu sebagai berikut:
  1. Perkembangan Fisik;
  2. Perkembangan Kognitif Remaja; dan
  3. Perkembangan Emosi.
Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik sudah di mulai pada masa praremaja dan terjadi cepat pada masa remaja awal yang akan makin sempurna pada masa remaja pertengahan dan remaja akhir. Menurut Santrock (2011) perubahan fisik yang terjadi pada remaja terlihat nampak pada saat masa pubertas yaitu meningkatnya tinggi dan berat badan serta kematangan sosial. 

Diantara perubahan fisik itu, yang terbesar pengaruhnya pada perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh (badan menjadi semakin panjang dan tinggi). Selanjutnya, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki) dan tanda-tanda seksual sekunder yang tumbuh (Sarwono, 2012). Perubahan fisik yang terjadi pada anak perempuan, yaitu:
  • Pertumbuhan tulang-tulang;
  • Badan menjadi tinggi;
  • Anggota-anggota badan menjadi panjang;
  • Tumbuh payudara;
  • Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan yang kemudian menjadi keriting;
  • Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya;
  • Menstruasi atau haid; dan
  • Ttumbuh bulu-bulu ketiak. 
Sedangkan pada anak laki-laki peubahan yang terjadi, yaitu antara lain:
  • Pertumbuhan tulang-tulang;
  • Testis (buah pelir) membesar;
  • Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap;
  • Awal perubahan suara;
  • Ejakulasi (keluarnya air mani);
  • Bulu kemaluan menjadi keriting;
  • Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya;
  • Tumbuh rambut-rambut halus di wajah (kumis, jenggot);
  • Tumbuh bulu ketiak;
  • Akhir perubahan suara
  • Rambut di wajah bertambah tebal dan gelap; dan
  • Tumbuh bulu dada.
Perkembangan Kognitif Remaja
Perkembangan kognitif remaja menurut Piaget (Hurlock, 1999) menjelaskan bahwa selama tahap operasi formal yang terjadi sekitar usia 11 (sebelas) sampai 15 (lima belas) tahun. Seorang anak mengalami perkembangan penalaran dan kemampuan berfikir untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya berdasarkan pengalaman langsung. 

Struktur kognitif anak mencapai pematangan pada tahap ini. Potensi kualitas penalaran dan berfikir (reasoning dan thinking) berkembang secara maksimum. Setelah potensi perkembangan maksimum ini terjadi, seorang anak tidak lagi mengalami perbaikan struktural dalam kualitas penalaran pada tahap perkembangan selanjutnya.

Remaja yang sudah mencapai perkembangan operasi formal secara maksimum mempunyai kelengkapan struktural kognitif sebagai mana halnya orang dewasa. Namun, hal itu tidak berarti bahwa pemikiran (thinking) remaja dengan penalaran formal (formal reasoning) sama baiknya dengan pemikiran aktual orang dewasa karena hanya secara potensial sudah tercapai.

Perkembangan Emosi
Emosi merupakan salah satu aspek psikologis manusia dalam ranah efektif. Aspek psikologis ini sangat berperan penting dalam kehidupan manusia pada umumnya dan dalam hubungannya dengan orang lain pada khususnya. Manifestasi emosi yang sering muncul pada remaja termasuk higtened emotionality atau meningkatkan emosi yaitu kondisi emosinya berbeda dengan keadaan sebelumnya. 

Ekspresi meningkatnya emosi ini dapat berupa sikap bingung, emosi meledak-ledak, suka berkelahi, tidak ada nafsu makan, tidak punya gairah apapun atau mungkin sebaliknya melarikan diri dengan membaca buku. 

Di samping kondisi emosi yang meningkat, juga masih dijumpai beberapa emosi yang menonjol pada remaja termasuk khawatir, cemas, jengkel, frustasi cemburu, iri, rasa ingin tahu dan afeksi atau rasa kasih sayang dan perasaan bahagia.


Havigrust (Hurlock, 1999) mendefinisikan tugas perkembangan sebagai tugas yang muncul pada saat atau sekitar satu periode tertentu dari kehidupan individu dan jika berhasil akan menimbulkan fase bahagia dan membawa keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya. 

Akan tetapi kalau gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya. Tugas perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meningkatkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku secara dewasa. 

Adapun tugas perkembangan remaja menurut Hurlock (1999) adalah sebagai berikut:
  1. Mampu menerima keadaan fisiknya;
  2. Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa;
  3. Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis kelamin;
  4. Mencapai kemandirian emosional;
  5. Mencapai kemandirian ekonomi;
  6. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat;
  7. Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua;
  8. Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa; dan
  9. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan.
Menurut Sarwono (2011) mengemukakan bahwa berdasarkan kematangan psikososial dan seksual, remaja akan melewati 3 (tiga) perkembangan, yakni sebagai berikut:
  1. Remaja awal (early adolescene)
    Pada masa ini remaja biasanya masih bingung dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan bingung dengan banyaknya dorongan yang datang menyertai perubahan yang terjadi. Masa ini biasa terjadi pada usia 11 (sebelas) sampai 13 (tiga belas) tahun.
  2. Remaja Madya (middle adolescene)
    Pada masa ini remaja akan membutuhkan banyak teman untuk menjalani hidupnya. Teman-teman yang dipilih biasanya yang mempunyai sifat sama dengan dirinya dan pada masa ini remaja laki-laki harus membebaskan diri dari kecintaanya kepada ibu sendiri pada masa anak-anak (Oedipoes Complex) dengan cara mempererat hubungan dengan teman lawan jenis. Biasanya masa ini akan dialami remaja pada usia 14 (empat belas) tahun sampai 16 (enam belas) tahun.
  3. Remaja Akhir (late adolescene)
    Pada tahap ini remaja akan menyiapkan diri untuk beralih ke masa dewasa serta akan ditandai dengan beberapa pencapaian seperti minat yang makin mantap terhadap fungsi intelek, egonya mencari kesempatan untuk beradaptasi dengan orang lain dan mencari pengalaman-pengalaman baru, terbentuknya identitas seksual yang tidak akan berubah kembali, merubah egonya yang memusatkan pada diri sendiri menjadi kepentingan bersama (dirinya dengan orang lain), tumbuh dinding yang memisahkan diri sendiri dan masyarakat. Pada tahap ini remaja akan berada pada rentang usia antara 17 (tujuh belas) tahun sampai 21 (dua puluh satu) tahun.
Demikian penjelasan singkat mengenai Remaja (Definisi, Karakteristik dan Perkembangannya) yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan sehubungan dengan artikel ini, silahkan kirimkan pesan. Kritik dan sarannya diperlukan untuk membantu kami menjadi lebih baik kedepannya dalam menerbitkan artikel. Terima kasih.

Pengunjung juga membaca:
Baca Juga:
Erisamdy Prayatna
Blogger | Advocate | Legal Consultant
Father of Muh Al Ghifari Ariqin Pradi

Baca Juga:

1 komentar

  1. Pendidikan moral dari masa remaja merupakan titik krusial yang harus dipenuhi. Baik dari lingkungan keluarga ataupun masyarakat. Tapi di beberapa negara, para orang tua mendidik masa remaja anak mereka dengan membebaskan mereka dari pengawasannya.

    BalasHapus
Komentar Anda Membantu Kami Menjadi Lebih Baik. Terima Kasih