BzQbqi7srrl67Hfvhy9V9FxE68wSdBLJV1Yd4xhl

Pengikut

Pemilihan Alternatif-Alternatif Ekonomi

Pemilihan Alternatif-Alternatif Ekonomi

Dalam pemilihan alternatif-alternatif ekonomi terdapat 7 (tujuh) langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan yang dapat di ambil, yakni sebagai berikut:

  1. Penentuang alternatif yang layak;
  2. Penentuan horizon perencanaan;
  3. Mengestimasi aliran kas;
  4. Menentukan MARR;
  5. Membandingkan alternatif-alternatif;
  6. Melakukan analisa pelengkap; dan
  7. Memilih alternatif terbaik.
Penentuan Alternatif yang layak
Pada tahap ini dibutuhkan kemampuan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan teknis pada bidang investasi yang direncanakan. Secara umum terdapat 3 (tiga) jenis alternatif, yakni sebagai berikut:

  1. Alternatif Independen, pilih alternatif A atau pilih alternatif B atau keduanya;
  2. Alternatif Mutually Exclussive, hanya satu alternatif yang boleh dipilih atau tidak sama sekali (karena keterbatasan sumber daya);
  3. Alternatif yang conditional, alternatif yang terbentuk karena merupakan persyaratan.

Terdapat juga alternatif yang dapat dijadikan pertimbangan, yaitu Alternatif Do-Nothing. Dalam alternatif ini tidak ada biaya yang dikeluarkan bila memilih untuk tidak mengerjakan sesuatu. Dampak dari alternatif ini, apakah kita atau seorang manajer akan menjadi inovator atau dikuasai oleh perubahan.


Penentuan Horizon Perencanaan
Penentuan horizon perencanaan merupakan Merupakan suatu periode dimana analisa- analisa ekonomi teknik dilakukan. Dengan kata lain horison perncanaan hanyalah merupakan bingkai waktu yang digunakan untuk membandingkan altrnatif-alternatif. 

Secara realistis menunjukkan periode waktu yang bisa memberikan estimasi aliran kas yang cukup akurat. Ada 3 (tiga) jenis situasi yang dihadapi dalam menentukan horisontal perencanaan, yakni sebagai berikut:

  1. Alternatif yang akan dibandingkan memiliki umur teknis yang sama;
  2. Alternatif yang akan dibandingkan memiliki umur teknis yang berbeda- beda; dab
  3. Alternatif yang akan dibandingkan memiliki umur teknis yang abadi (prepetual).

Umur teknis adalah periode waktu suatu alat layak digunakan secara ekonomis. Apabila alternatif-alternatif memiliki umur teknis yang tidak sama, maka cara menetapkan horison perencanaan, yakni sebagai berikut:

  1. Menggunakan umur semua alternatif berdasarkan KPK. Jika KPK dari alternatif-alternatif cukup besar, metode ini tidak cocok untuk digunakan karena inflasi terjadi secara cepat;
  2. Menggunakan deret seragam dari aliran kas setiap alternatif;
  3. Menggunakan umur alternatif yang lebih pendek dan tambahan nilai sisa untuk alternatif yang memiliki umur yang lebih panjang; dan
  4. Menggunakan umur alternatif yang lebih panjang. Alternatif yang lebih pendek dianggap berulang dan ongkos penggantian (pengulangannya) juga diperhitungkan serta nilai sisa diperhitungkan pada akhir periode.
  5. Menetapkan suatu periode yang umum dipakai, biasanya antara 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) tahun.
Mengestimasi Aliran Kas
Estimasi aliran kas harus mempertimbangkan prediksi kondisi mendatang secara komprehensif dan juga memperhatikan kecenderungan yang digambarkan oleh data-data masa lalu.

Aliran kas harus bisa menggambarkan semua ongkos dan pendapatan selama periode perencanaan termasuk hal-hal yang tidak terlihat maupun terukur, misalnya seperti kualitas produk, kesan konsumen, gairah pasar, penjualan, penurunan persediaan, peningkatan kualitas, peningkatan flexibilitas dan sebagainya sedapat mungkin dikonversi ke dalam nilai rupiah.

Menentukan MARR
Di dunia keuangan Rate Of Return (ROR) atau Return On Investment (ROI), atau terkadang biasa disebut dengan return, adalah suatu ratio peroleh atau kehilangan uang dari sebuah investasi berhubungan dengan jumlah uang yang telah di investasikan. 

Sedangkan MARR (Minimum Attractive Rate of Return) merupakan nilai minimal dari tingkat pengembalian atau bunga yang bisa diterima oleh investor. Jika ROR lebih kecil dari MARR (Minimum Attractive Rate of Return), maka invetasi tidak layak dilakukan.

Nilai MARR harus direncanakan lebih tinggi dari Cost of Capital, dan harus mencerminkan ongkos kesempatan, yaitu ongkos yang terjadi akibat tidak terpilihnya suatu alternatif investasi karena terpilihnya suatu alternatif yang lain. Terdapat beberapa cara dalam menentukan MARR, yakni sebagai berikut:
  1. Tambahkan suatu persentase tetap pada ongkos modal perusahaan (Cost of Capital);
  2. Nilai rata-rata tingkat pengembalian (ROR) selama 5 (lima) ahun yang lalu digunakan sebagai MARR tahun ini;
  3. Gunakan MARR yang berbeda untuk horison perencanaan yang berbeda dari investasi awal;
  4. Gunakan MARR yang berbeda untuk perkembangan yang berbeda dari investasi awal;
  5. Gunakan MARR yang berbeda pada investasi baru dan investasi berupa proyek perbaikan ongkos (reduksi ongkos);
  6. Gunakan alat manajemen untuk mendorong atau menghambat investasi, tergantung pada kondisi eonomi keseluruhan dari perusahaan.
  7. Gunakan rata-rata tingkat pengembalian modal para pemilik saham untuk semua perusahaan pada kelompok industri yang sama.

Adapun nilai besarnya MARR dapat dipengaruhi oleh:
  1. Ketersediaan modal,;
  2. Ketersediaan kesempatan investasi;
  3. Kondisi bisnis;
  4. Tingkat inflasi;
  5. Ongkos modal (Cost of Capital) perusahaan; 
  6. Peraturan pajak;
  7. Peraturan pemerintah;
  8. Tingkat keberanian menanggung resiko bagi pengambil keputusan;
  9. Tingkat risiko atau ketidakpastian yang dihadapi;
  10. dan lain-lain.
Cost of Capital adalah biaya modal untuk membiayai sesuatu proyek. Cara menentukan Cost of Capital dengan menggunakan rumus, yakni sebagai berikut:

            ie = rd . id + (1 – rd) ie

dimana :
rd            = rasio antara hutang dengan modal keseluruhan
1 – r  = rasio antara modal sendiri dengan modal keseluruhan
id             = tingkat pengembalian (ROR) yang dibutuhkan pada modal yang berasal dari pinjaman
ie             = tingkat pengembalian yang dibutuhkan pada modal sendiri

Contoh penggunaan rumus perhitungan Cost of Capital, yakni misalkan 50% dari modal suatu perusahaan diperoleh dari pinjaman bank yang dikenakan bunga sebesar 18% setahun dan selebihnya adalah modal sendiri yang diharapkan menghasilkan tingkat pengembalian sebesar 13%, maka cost of capital diperoleh:

        i= (0,50) ( 0,18) + (1 – 0,50)(0,15)

            = 0,09 + 0,075

            = 0,165 atau 16,5%


Membandingkan Alternatif-Alternatif
Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan dalam membandingkan alternatif-alternatif, yakni sebagai berikut:

  1. Analisa Nilai Sekarang (Present Worth);
  2. Analisa Deret Seragam (Annual Worth);
  3. Analisa Nilai Mendatang (Future Worth);
  4. Analisa Tingkat Pengembalian (Rate of Return, ROR);
  5. Analisa Benefit Cost Ratio (BCR);
  6. Analisa Peride Pengembalian (Payback Period).

Analisa Pelengkap
Analisa pelengkap merupakan suatu mekanisme yang diciptakan untuk menilai pengaruh keputusan atas nilai-nilai manfaat yang sulit dikuantifikasi. 

Analisa pelengkap tujuannya untuk memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi pada suatu keputusan. Hal ini disebabkan karena terdapat berbagai parameter, seperti horison perencanaan, MARR, aliran kas dan sebagainya yang tersedia dalam bentuk estimasi dan masih mengandung ketidakpastian.

Ada 4 (empat) faktor yang dianggap menjadi sumber ketidakpastiaan, yaitu sebagai berikut:

  1. Estimasi yang tidak akurat digunakan dalam studi atau analisa. Hal ini disebabkan sedikit sekali informasi-informasi faktual tentang aliran kas masuk maupun keluar;
  2. Tipe bisnis dan kondisi ekonomi masa depan. Ketidakpastian ini akan bertambah tinggi bila data-data historis tidak tersedia dan kondisi ekonomi mendatang cukup dramatis karena kondisi bisnis yang sulit dikendalikan;
  3. Tipe pabrik dan peralatan yang digunakan. Fasilitas-fasilitas untuk fungsi khusus tentunya memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibanding dengan fasilitas dengan fungsi umum. Oleh karena itu aliran kas masuk maupun keluar dari kedua tipe ini juga berbeda; dan
  4. Panjang periode studi (horison perencanaan) yang dipakai. Semakin panjang periode studi maka ketidakpastian akan semakin tinggi.
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menangani ketidakpastian yang diakibatkan oleh ke empat faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Analisa Titik Pulang (Break Even Point);
  2. Analisa sensitivitas; dan
  3. Analisa risiko.
Analisa Titik Pulang (Break Even Point)
Analisa BEP dilakukan apabila nilai dari salah satu parameter atau lebih tidak diketahui secara pasti, tetapi keputusan akan bisa diambil dengan mengetahui apakah nilai parameter tersebut lebih besar atau lebih kecil dari suatu nilai BEP. Metode Analisa Titik Pulang (Break Even Point) dapat digunakan untuk melakukan analisis pada berbagai macam permasalahan diantaranya sebagai berikut:

  1. Menentukan nilai ROR;
  2. Menentukan tingkat produksi dari dua atau lebih fasilitas produksi yang memiliki konfigurasi ongkos-ongkos yang berbeda sehingga pada tingkat tersebut ongkos tahunan yang terjadi adalah sama antara fasilitas yang satu dengan fasilitas yang lainnya;
  3. Melakukan analisa buat-beli;
  4. Menentukan berapa tahun yang dibutuhkan (atau berapa produk yang harus dihasilkan) agar perusahaan berada pada titik impas, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan sama persis dengan pendapatan-pendapatan yang diperoleh.
Analisa sensitivitas
Analisa sensitivitas mengulas seberapa peka (sensitif) suatu keputusan terhadap perubahan suatu parameter misalnya Horoson perencanaan (N), MARR dan aliran kas. Metode Analisa Sensitivitas digunakan untuk menganalisa parameter-parameter yang biasanya berubah dan perubahannya bisa mempengaruhi keputusan-keputusan dalam studi ekonomi teknik diantaranya:
  1. Ongkos investasi;
  2. Aliran kas;
  3. Nilai sisa;
  4. Tingkat bunga;
  5. Tingkat pajak;
  6. dan sebagainya.
Analisa risiko
Analisa risiko dilakukan untuk mengetahui rentang dari nilai suatu parameter yang mungkin dalam bentuk distribusi probabilitas. Di sini parameter dianggap sebagai variabel acak, model analitis, maupun simulasi untuk mendapatkan rentang tersebut. 

Analisa yang dilakukan untuk mendapatkan rentang dari nilai suatu parameter yang mungkin dalam bentuk distribusi probabilitas. Dalam hal ini parameter-parameter dianggap sebagai variabel acak, model analisis maupun simulasi untuk mendapatkan rentang tersebut.

Pemilihan Alternatif Terbaik

Didasarkan pada pemilihan investasi yang dinilai terbaik, bukan hanya dari segi ekonomis, tetapi juga mempertimbangkan kriteria majemuk, termasuk pertimbangan risiko dan ketidakpastian di masa mendatang.

Demikian penjelasan singkat mengenai pemiliham alternatif yang dirangkum dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jika ada pertanyaan atau tanggapan sehubungan dengan artikel ini, silahkan kirimkan pesan atau tinggalkan komentar di akhir postingan. Terima kasih.

Baca Juga:

Baca Juga: